hayyan nasma'

Wednesday, November 9, 2011

Adab mambaca al Quran

Al Quran sebagai Kitab Suci,Wahyu Ilahi,mempunyai adab-adab
tersendiri bagi orang-orang yang membacanya.Adab-adab itu sudah diatur
dengan sangat baik,untuk penghormatan dan keagungan Al Quran;tiap-tiap
orang harus berpedoman kepadanya dan mengerjakannya.

Imam Al Ghazali di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin telah memperinci 
dengan sejelas-jelasnya bagaimana hendaknya adab-adab membaca Al Qur'an 
menjadi adab yang mengenal batin, dan adab yang mengenal lahir.Adab 
yang mengenal batin itu,diperinci lagi menjadi erti memahami asal 
kalimat,cara hati membesarkan kalimat Allah, menghadirkan hati dikala 
membaca sampai ke tingkat memperluas, memperhalus perasaan dan 
membersihkan jiwa.Dengan demikian,kandungan Al Quran yang dibaca dengan 
perantaraan lidah,dapat bersemi dalam jiwa dan meresap ke dalam hati 
sanubarinya.Kesemuanya ini adalah adab yang berhubungan dengan 
batin,yaitu dengan hati dan jiwa.Sebagai contoh, Imam Al Ghazali 
menjelaskan,bagaimana cara hati membesarkan kalimat Allah,yaitu bagi 
pembaca Al Qur'an ketika ia memulainya,maka terlebih dahulu ia harus 
menghadirkan dalam hatinya,betapa kebesaran Allah yang mempunyai
kalimat-kalimat itu.Dia harus yakin dalam hatinya,bahawa yang dibacanya 
itu bukanlah kalam manusia.Adapun mengenai adab lahir dalam membaca Al 
Quran, selain didapati di dalam kitab Ihya Ulumuddin, juga banyak 
terdapat di dalam kitab-kitab lainnya.Misalnya dalam kitab Al ItQan 
oleh Al Imam Jalaludin As Suyuthi,tentang adab membaca Al Quran itu 
diperincinya sampai menjadi beberapa bahagian.

Di antara adab-adab membaca Al Quran,yang terpenting ialah:

1. Disunatkan membaca Al Quran sesudah berwudhu,dalam keadaan bersih,
sebab yang dibaca adalah wahyu Allah.

2. Mengambil Al Quran hendaknya dengan tangan kanan; sebaiknya
memegangnya dengan kedua belah tangan.

3. Disunatkan membaca Al Quran di tempat yang bersih,seperti di rumah,
di surau,di musalla dan di tempat-tempat lain yang dianggap bersih.
Tapi yang paling utama ialah di mesjid.

4. Disunatkan membaca Al Quran menghadap ke Qiblat,membacanya dengan
khusyu' dan tenang; sebaiknya dengan berpakaian yang pantas.

5. Ketika membaca Al Quran,mulut hendaknya bersih,tidak berisi
makanan,sebaiknya sebelum membaca Al Quran mulut dan gigi dibersihkan
terlebih dahulu.

6. Sebelum membaca Al Quran disunatkan membaca ta'awwudz,yang
berbunyi: a'udzubillahi minasy syaithanirrajim.Sesudah itu barulah
dibaca Bismillahirrahmanir rahim.Maksudnya,diminta lebih dahulu
perlindungan Allah,supaya terjauh pengaruh tipu daya syaitan,sehingga
hati dan fikiran tetap tenang di waktu membaca Al Quran,dijauhi dari
gangguan.Biasa juga orang yang sebelum atau sesudah membaca ta'awwudz
itu,berdoa dengan maksud memohon kepada Alah supaya hatinya menjadi
terang.Doa itu berbunyi sebagai berikut.

"Ya Allah bukakanlah kiranya kepada kami hikmat-Mu,dan taburkanlah
kepada kami rahmat dan khazanah-Mu,ya Allah Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang."

7. Disunatkan membaca Al Quran dengan tartil,yaitu dengan bacaan yang
pelan-pelan dan tenang,sesuai dengan firman Allah dalam surah Al
Muzammil ayat 4:
"....Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil".
Membaca dengan tartil itu lebih banyak memberi bekas dan
mempengaruhi jiwa,serta serta lebih mendatangkan ketenangan batin dan
rasa hormat kepada Al Quran.

Telah berkata Ibnu Abbas r.a.:" Aku lebih suka membaca surah Al
BaQarah dan Ali Imran dengan tartil,daripada kubaca seluruh Al Quran
dengan cara terburu-buru dan cepat-cepat."

8. Bagi orang yang sudah mengerti erti dan maksud ayat-ayat Al Quran,
disunatkan membacanya dengan penuh perhatian dan pemikiran tentang
ayat-ayat yang dibacanya itu dan maksudnya.Cara pembacaan seperti
inilah yang dikehendaki,yaitu lidahnya bergerak membaca,hatinya turut
memperhatikan dan memikirkan erti dan maksud yang terkandung dalam
ayat-ayat yang dibacanya.Dengan demikian,ia akan sampai kepada hakikat
yang sebenarnya,yaitu membaca Al Quran serta mendalami isi yang
terkandung di dalamnya.Hal itu akan mendorongnya untuk mengamalkan isi
Al Quran itu.Firman Allah dalam surat An Nisaa ayat 82 berbunyi sebagai
berikut:

"Apakah mereka tidak memperhatikan (isi) Al Quran?..."
Bila membaca Al Quran yang selalu disertai perhatian dan pemikiran
erti dan maksudnya, maka dapat ditentukan ketentuan-ketentuan terhadap
ayat-ayat yang dibacanya.Umpamanya: Bila bacaan sampai kepada ayat
tasbih,maka dibacanya tasbih dan tahmid; Bila sampai pada ayat Doa dan
Istighfar,lalu berdoa dan minta ampun; bila sampai pada ayat azab,lalu
meminta perlindungan kepada Allah; bila sampai kepada ayat rahmat,lalu
meminta dan memohon rahmat dan begitu seterusnya. Caranya, boleh
diucapkan dengan lisan atau cukup dalam hati saja.Diriwayatkan oleh
Ahmad dan Abu Daud,dari Ibnu Abbas yang maksudnya sebagai berikut:

"Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. apabila membaca: "sabbihissma rabbikal
a'la...beliau lalu membaca subhanarobbiyal a'la .

Diriwayatkan pula oleh Abu Daud,dan Waail bin Hijr yang maksudnya
sebagai berikut:

" Aku dengan Rasulullah membaca surat Al Fatihah,maka Rasulullah
sesudah membaca walad dholliin lalu membaca aamin..."

Demikian juga disunatkan sujud,bila membaca ayat-ayat-ayat
sajadah.Ayat-ayat sajadah itu terdapat pada 15 tempat yaitu:

1..  dalam surat Al-A'raaf ayat 206
2..  dalam surat Ar-ra'd ayat 15
3..  dalam surat An-Nahl ayat 50
4..  dalam surat Bani Israil ayat 109
5..  dalam surat Maryam ayat 58
6..  dalam surat Al-Haji ayat 18 dan ayat 77
7..  dalam surat Al FurQaan ayat 60
8..  dalam surat Annaml ayat 26
9..  dalam surat As-Sajdah ayat 15
10.. dalam surat As-Shad ayat 24
11.. dalam surat Haamim ayat 38
12.. dalam surat An-Najm ayat 62
13.. dalam surat Al-InsyiQaQ ayat 21, dan
14.. dalam surat Al-'AlaQ ayat 19

9. Dalam membaca Al Quran itu,hendaknya benar-benar diresapkan erti
dan maksudnya,lebih-lebih apabila smapai pada ayat-ayat yang
menggambarkan nasib orang-orang yang berdosa,dan bagaimana hebatnya
siksaan yang disediakan bagi mereka.Sehubungan dengan itu,menurut
riwayat,para sahabat banyak yang mencucurkan air matanya di kala
membaca dan mendengar ayat-ayat suci Al Quran yang menggambarkan betapa
nasib yang akan diderita oleh orang-orang yang berdosa.

10. Disunatkan membaca Al Quran dengan suara yang bagus lagi merdu,
sebab suara yang bagus dan merdu itu menambah keindahan islubnya Al
Quran.
Rasulullah s.a.w. telah bersabda:
"Kamu hiasilah Al Quran itu dengan suaramu yang merdu"
Diriwayatkan,bahawa pada suatu malam Rasulullah s.a.w. menunggu-nunggu
isterinya, Siti 'Aisyah r.a. yang kebetulan agak terlambat datangnya.
Setelah ia datang,Rasulullah bertanya kepadanya:" Bagaimanakah
keadaanmu?"
Aisyah menjawab :"Aku terlambat datang,kerana mendengarkan bacaan Al
Quran seseorang yang sangat bagus lagi merdu suaranya.Belum pernah aku
>mendengarkan suara sebagus itu." Maka Rasulullah terus berdiri dan
pergi mendengarkan bacaan Al Quran yang dikatakan Aisyah itu.
rasulullah kembali dan mengatakan kepada Aisyah:" Orang itu adalah
Salim,budak sahaya Abi Huzaifah.Puji-pujian bagi Allah yang telah
menjadikan orang yang suaranya merdu seperti Salim itu sebagai umatku."

Oleh sebab itu,melagukan Al Quran dengan suara yang bagus, adalah
disunatkan, asalkan tidak melanggar ketentuan-ketentuan dan tata cara
membaca sebagaimana yang telah ditetapkan dalam ilmu Qiraat dan
tajwid,seperti menjaga madnya,harakatnya (barisnya) idghamnya dan
lain-lainnya.Di dalam kitab zawaidur raudhah,diterangkan bahawa
melagukan Al Quran dengan cara bermain-main serta melanggar ketentuan-
ketentuan seperti tersebut di atas itu,haramlah hukumnya; orang yang
membacanya dianggap fasiQ,juga orang yang mendengarkannya turut
berdosa.

11. Sedapat-dapatnya membaca Al Quran janganlah diputuskan hanya
kerana hendak berbicara dengan orang lain.Hendaknya pembacaan
diteruskan sampai ke batas yang telah ditentukan,barulah disudahi. Juga
dilarang tertawa-tawa,bermain-main dan lain-lain yang semacam
itu,ketika sedang membaca Al Quran.Sebab pekerjaan yang seperti itu
tidak layak dilakukan sewaktu membaca Kitab Suci dan bererti tidak
menghormati kesuciannya.

Itulah diantara adab-adab yang terpenting yang harus dijaga dan
diperhatikan,sehingga dengan demikian kesucian Al Quran dapat
terpelihara menurut erti yang sebenarnya.

Wallahu A'lam..

Monday, March 28, 2011

Gurau dan Canda Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang. Baginda menerima hamba, orang buta, dan anak-anak. Baginda bergurau dengan anak kecil, bermain-main dengan mereka, bersenda gurau dengan orang tua. Akan tetapi Baginda tidak berkata kecuali yang benar saja.
Suatu hari seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata,
"Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta", katanya.
"Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta", kata Rasulullah SAW.
"Ia tidak mampu", kata perempuan itu.
"Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta".
"Ia tidak mampu".
Para sahabat yang berada di situ berkata,
"bukankah unta itu juga anak unta?"

Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu".
"Semoga suamimu yang dalam matanya putih", kata Rasulullah SAW.
Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia pun membuka mata suaminya. Suaminya bertanya dengan keheranan, "kenapa kamu ini?".
"Rasulullah memberitahu bahwa dalam matamu putih", kata istrinya menerangkan. "Bukankah semua mata ada warna putih?" kata suaminya.
Seorang perempuan lain berkata kepada Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam syurga". "Wahai ummi fulan, syurga tidak dimasuki oleh orang tua".
Perempuan itu lalu menangis.
Rasulullah menjelaskan, "tidakkah kamu membaca firman Allah ini,

Serta kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya".

Para sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka bagai gunung yang teguh. Na'im adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan tertawa. Mendengar kata-kata dan melihat gelagatnya, Rasulullah turut tersenyum.

Macam mana dengan gurau kita? Seolah-olah dunia tidak akan kiamat

Monday, February 14, 2011

Apakah pndekatn dkwah y trbaik yg dpt dterapkan dlm keluarga?bagaimana pula cara pelaksanaannya?


Solehah said
InsyaAllah,dlm mympaikan dakwah samada dlm klgn kelurga mhupun selainnya perlulah kta mencontohi method yg digunkn oleh Rasullullah s.a.w.
Bagi seorg dai'e sudah tentu perlu memegang dan seterusnya mengaplikasikan 4 sifat yang ada pada diri Rasulullah s.a.w,(Murabbiyah agung,Qudwah Hasanah) iaitu:

1)SIDIQ
2)FATHONAH
3)TABLIGH
4)AMANAH

Perlunya bagi seseorang dai'e itu mempunyai sifat benar iaitu benar dari segi niatnya dalam berdakwah,benar dari segi tindak tanduknya dalam menyebarkan dakwah pada dirinya sendiri dan insan lain.Bijaksana dalam mencipta strategi dalam penyebaran dakwah.Menyampaikan kepada yang lain disamping mengislah diri menjadi salah satu prinsip hidup dalam berdakwah.Amanah dalam segala hal.

Berikut merupakan beberapa cara yang digunakan oleh Rasulullah s.a.w dalam menyempaikan dakwah:

1)Ar-Rifq(berlemah-lembut)

Firman Allah:Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad),Engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu),dan kalaulah Engkau bersikap kasar lagi keras hati,tentulah mereka lari dari kelilingmu...(Al-Imran:159)

Firman Allah:Serulah(manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah mauidzoh hasanah (pelajaran yang baik) dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(An Nahl:125)

2)Menjauhkan sikap agresif

Apabila di cemuh ataupun dicela,maka perlunya tiga perkara ini bagi seorang dai'e:
-As-sobr(Sabar)
-Tanashuh(Menjaga)
-Taghafur(Memaafkan)
-irsyadu bil husna (membimbing dengan cara yang baik)

3)Tarbiyah bittamhid wa tasywiq (tarbiyah dijalankan dengan perlahan-lahan bukan dengan tergesa-gesa dan bukan juga dengan secara paksaan)

4)At-tasyji' (motivasi atau galakan kepada diri sendiri dan juga kepada madu')

5)Dahulukan husnu zhon dalam segala hal

Setelah menggunakn segala method diatas,maka perlulah "Tawakal ilallah" segala urusan serahkan kepada Allah.Apa yang penting kita telah berusaha menyampaikan,ketahuilah dan ingatlah hati-hati mereka (madu') adalah milik Allah jua.Allah jualah yang memegang hati-hati mereka.Allah jualah yang memberi hidayah kepada mereka.Kita(Dai'e) hanyalah sebagai wasilah penunjuk arah ke jalan hidayah bagi setiap pencari hidayah (madu') dan  Allah jualah sebagai pemberi hidayah kini dan selama-lamanya.Ingat bahawa apabila kita telah menjadi madu',berusahalah untuk menjadi dai'e.Dan apabila kita telah menjadi dai'e maka jangan lupa bahwa kita juga adalah madu'.Jika kita ingin berdakwah dalam kalangan family,caranya adalah sama seperti di ats,namun perlulah digandakan lebih lagi kerana kita ma'lum apabila nak menyampaikan dakwah kepada orang yang kita rapat dan sangat saling mengnali sebenarnya lebih sukar bebanding sebaliknya.Maka gandakan lagi usaha apabila ingin mentarbiyah orang yang kita saling kenali terutamanya dalam kalangan keluarga.Bagaimana sayang kita kepada mereka (keluarga) lebih berbanding sayang kita kepada insan-insan lain kerana keterikatan darah yang sama,begitu jualah usaha dan kesabaran kita dalam menyampaikan dakwah kepada mereka (keluarga) jua perlulah lebih lagi berbanding yang lain.

Anis said
Keluarga adalah objek dakwah yang harus mendapat perhatian serius oleh  para da’i khususnya.Tanpa  asas  Dakwah atau amal Islami yang didasari Iman, maka tiada buah kepada Iman  dan  tiada Amal Islami sejati pun yang hendak diperjuangkan.  Allah SWT menyeru dalam surah at Tahrim ayat 6 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
(“Wahai orang yang beriman,Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”)
Dakwah dalam  keluarga adalah penting, kerana keluarga merupakan pendorong yang paling kuat. Keluargalah yang akan menjadi penolong pertama ketika kita berada dalam kesulitan dalam dakwah. Rasulllah SAW sendiri ketika diangkat menjadi Rasul, yang pertama kali menjadi pengikutnya adalah Khadijah Binti Khuwailid r.a, Istri baginda. Baru kemudian para Asabiqunal awwalun seperti Abu Bakar , dan Utsman bin affan. Dakwah dalam  keluarga menjadi sesuatu yang penting  untuk dilakukan, kerana sekuat dan sehebat mana seorang aktivis dakwah disaat dia menyampaikan dakwahnya  namun,ketika dia lelah tetap akan kembali ke rumah / keluarga. Dakwah keluarga penting, kerana  keluarga juga boleh menjadi fitnah terbesar jika kita tidak memimpin mereka ke jalan yang benar.
      Jesteru,pendekatan dakwah yang terbaik yang dapat diterapkan dalam keluarga adalah dengan : 1mengislahkan diri  terlebih dahulu sebelum  mengajak  mereka untuk  melakukan satu  perubahan dalam diri mereka  kerana seorang mukmin, seharusnya  menjadi qudwah hasanah dalam keluarganya .Dalam era globalisasi ini,banyak cabaran-cabaran yang akan dihadapi oleh para Da’i sekiranya,da’i  tidak  mempunyai pemahaman yang mendalam dalam ilmu dakwah. Ketua keluarga da’i  menghadapi cabaran untuk dia mampu mempengaruhi isi keluarganya supaya menerima ajaran Islam yang syumul serta mengamalkannya. Dia juga sepatutnya mampu mendorong ahli keluarga  menghormati fikrah Islam yang sahih dalam proses pengislahan masyarakat. Seterusnya dia harus mampu membawa mereka ke dalam kancah perjuangan dakwah.
Selain itu,antara pendekatan lain,kita juga boleh 2) Membantu kedua ibubapa  iaitu dengan membantu mereka apabila tiada pembantu, jangan malas untuk membantu ibubapa. Karena ini kesempatan yang baik untuk mendekatkan diri kepada mereka.Contohnya, dengan membantu mencuci pinggan, menyapu, menyiram, , mermasak, dan lain-lain.
 3) Mendengarkan masalah dan beri penyelesaian yang Islami seperti pada hujung minggu adalah waktu berkumpul keluarga. Banyak hal yang biasanya dibincangkan. Dan bila keluarga ada masalah, dengarkanlah masalah mereka dan beri penyelesaian yang Islami.
 4)Disiplin saat menonton TV,Menonton TV jangan dianggap remeh. Apa jadinya bila aktiviti  kita ternyata masih suka menonton drama cinta, gossip dan lagu-lagu rock.
5). Mendoakan di shalat malam..Meski kita berikhtiar siang dan malam, tetapi hidayah tetap hak Allah. Maka jangan lupa mendoakan mereka di setiap selesai shalat dan di setiap shalat malam kita.
6) Perpustakaan Islam di rumah.Bilik kita penuh buku-buku, wawasan kita menjadi luas. Tetapi keluarga kita tidak. Maka keluarkan buku-buku itu dan letakkan juga di perpustakaan keluarga. Atau bila belum ada perpustakaannya, kita buat sendiri dengan mencari ruangan yang boleh dilihat oleh seluruh ahli keluarga.
7)Hiasi rumah dengan suasana Islami.Simbol-simbol Islam kadang-kadang  perlu kerana ia dalam  lingkungan sebahagian dari dakwah. Kita boleh membeli kaligrafi Islam, atau kabah, dst. Dan mengurangkan adanya patung-patung.
Justeru,dengan sedikit perkongsian pendekatan yang dapat diterapkan dalam keluarga,insyaAllah ia boleh membantu menjadikan sesebuah keluarga itu lebih erat dan hidup bahagia dalam Redanya..Dan Bersabarlah jika perubahan masih belum berlaku kerana hidayah itu datangnya dari Allah Subhanahu wa Taala dan ingat, Dia menilai proses, bukan hasil. Selamat berjuang ikhwah fillah.

Roshaida said
Dakwah adalah tanggungjawab setiap individu muslim. Dalam sesebuah institusi kekeluargaan terutamanya, suami atau ketua keluarga mesti menjalankan dan menggalas amanah ini dengan sebaiknya. Sebagaimana firman Allah s.w.t :
34. kaum lelaki itu adalah pemimpin dan pengawal Yang bertanggungjawab terhadap kaum perempuan, oleh kerana Allah telah melebihkan orang-orang lelaki (dengan beberapa keistimewaan) atas orang-orang perempuan, dan juga kerana orang-orang lelaki telah membelanjakan (memberi nafkah) sebahagian dari harta mereka. maka perempuan-perempuan Yang soleh itu ialah Yang taat (kepada Allah dan suaminya), dan Yang memelihara (kehormatan dirinya dan apa jua Yang wajib dipelihara) ketika suami tidak hadir bersama, Dengan pemuliharaan Allah dan pertolonganNya. dan perempuan-perempuan Yang kamu bimbang melakukan perbuatan derhaka (nusyuz) hendaklah kamu menasihati mereka, dan (jika mereka berdegil) pulaukanlah mereka di tempat tidur, dan (kalau juga mereka masih degil) pukulah mereka (dengan pukulan ringan Yang bertujuan mengajarnya). kemudian jika mereka taat kepada kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha tinggi, lagi Maha besar. (an-nisa’: 34)

Setiap ahli keluarga juga perlu mengambil bahagian atau mengambil berat akan tanggungjawab untuk berdakwah dalam keluarganya. Cara atau pendekatan yang digunakan hendaklah bijaksana dan sesuai dengan mad’u supaya ianya berkesan dan tidak mengakibatkan salah tanggapan mad’u terhadap kita. Firman allah s.w.t :
125. serulah ke jalan Tuhanmu (Wahai Muhammad) Dengan hikmat kebijaksanaan dan nasihat pengajaran Yang baik, dan berbahaslah Dengan mereka (yang Engkau serukan itu) Dengan cara Yang lebih baik; Sesungguhnya Tuhanmu Dia lah jua Yang lebih mengetahui akan orang Yang sesat dari jalannya, dan Dia lah jua Yang lebih mengetahui akan orang-orang Yang mendapat hidayah petunjuk. (an-nahl: 125)

Ini kerana, setiap manusia mempunyai ego mereka masing-masing. Oleh itu, kita haruslah menggunakan wasilah yang betul dan sesuai dengan keadaan dan taraf mad’u kita. Di samping kita berdakwah dengan berhikmah kepada ahli keluarga, kita juga mesti menunjukkan contoh yang terbaik kepada mereka. Dengan cara ini, mereka akan lebih yakin dan mudah-mudahan terbuka pintu hati mereka untuk menerima perkara baik yang kita nasihatkan. Firman Allah Taala:
82. Kemudian, jika mereka masih berpaling ingkar maka Sesungguhnya Engkau (Wahai Muhammad) hanya bertanggungjawab menyampaikan perintah-perintah Allah Dengan cara Yang jelas nyata. (an-nahl : 82)


KELEBIHAN UMAT RASULULLAH S.A.W MENURUT PANDANGAN NABI ADAM A.S

Disebutkan bahawa Nabi Adam A.S telah berkata, "Sesungguhnya Allah S.W.T telah memberikan kepada umat Muhammad S.A.W empat kemuliaan yang tidak diberikan kepadaku:

·    Taubatku hanya diterima di kota Mekah, sementara taubat umat Nabi Muhammad S.A.W diterima di sebarang tempat oleh Allah S.W.T.
·    Pada mulanya aku berpakaian, tetapi apabila aku berbuat derhaka kepada Allah S.W.T, maka Allah S.W.T telah menjadikan aku telanjang. Umat Muhammad S.A.W membuat derhaka dengan telanjang, tetapi Allah S.W.T memberi mereka pakaian.
·    Ketika aku telah berderhaka kepada Allah S.W.T, maka Allah S.W.T telah memisahkan aku dengan isteriku. Tetapi umat Muhammad S.A.W berbuat derhaka, Allah S.W.T tidak memisahkan isteri mereka.

·    Memang benar aku telah derhaka kepada Allah S.W.T dalam syurga dan aku dikeluarkan dari syurga, tetapi umat Muhammad S.A.W durhaka kepada Allah akan dimasukkan ke dalam syurga apabila mereka bertaubat kepada Allah S.A.W.

KISAH KELEBIHAN BERSELAWAT KE ATAS RASULULLAH S.A.W

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa, "Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.
Berkata Jibril A.S. : "Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar."
Berkata pula Mikail A.S. : "Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu."
Berkata pula Israfil A.S. : "Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu."

Malaikat Izrail A.S pula berkata : "Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi."
Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.
Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

ALLAH S.W.T. MENOLAK 1 DOA DARI 3 DOA RASULULLAH S.A.W

'Amir bin Said dari bapanya berkata bahawa : "Satu hari Rasulullah S.A.W telah datang dari daerah berbukit. Apabila Rasulullah S.A.W sampai di masjid Bani Mu'awiyah lalu beliau masuk ke dalam masjid dan menunaikan solat dua rakaat. Maka kami pun turut solat bersama dengan Rasulullah S.A.W.
Kemudian Rasulullah S.A.W berdoa dengan doa yang agak panjang kepada Allah S.W.T :
Setelah selesai beliau berdoa maka Rasulullah S.A.W pun berpaling kepada kami lalu bersabda yang bermaksud : "Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T tiga perkara, dalam tiga perkara itu cuma dia memperkenankan dua perkara sahaja dan satu lagi ditolak.

1. Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T supaya ia tidak membinasakan umatku dengan musim susah yang berpanjangan. Permohonanku ini diperkenankan oleh Allah S.W.T.
2. Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T supaya umatku ini jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam (seperti banjir besar yang telah melanda umat Nabi Nuh s.a). Permohonanku ini telah diperkenankan oleh Allah S.W.T.
3. Aku telah bermohon kepada Allah S.W.T supaya umatku tidak dibinasakan kerana pergaduhan sesama mereka (peperangan, pergaduhan antara sesama Islam). Tetapi permohonanku telah tidak diperkenankan (telah ditolak).

Apa yang kita lihat hari ini ialah negara-negara Islam sendiri bergaduh antara satu sama lain, hari ini orang Islam bergaduh sesama sendiri, orang kafir menepuk tangan dari belakang, apakah ini cantik kita melihatnya ?

PAHALA YANG DAPAT DINIKMATINYA SELEPAS MATINYA

Dari Anas r.a. berkata bahawa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.

1.    Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.

2.    Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.

3.    Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.

4.    Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.

5.    Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung.

6.    Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.

7.    Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya

8.    yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :

1.    Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)

2.    Ilmu yang berguna dan diamalkan.
3.    Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.